Terlalu dingin ! Terlalu panas! Terlalu
siang! Demikian keluhannya,
Dengan cara bedgitu orang malas menghindari pekerjaan yang menanti ,
Sehingga kesempatan baik akan
bedrlalu.
Tetapi ia akan menganggap dingin dan
panas sebagai hal yang remeh
Dengan cara apapun ia tidak akan
kehilangan kebahagiaannya.
15.”O putra kepala keluarga,terdapat
empat macam orang yang harus dianggap sebagai m,usuh yang berpura-pura menjadi
sahabat[amittamittapatirupaka]: yaitu orang yang tamak [annadatthuharo]; orang
yang banyaki bicara tetapi tidak berbuat sesuatu apa[vaci paramo];
penjilat[annuppiyabhani]; kawan pemboros [apayasahayo].
16.Atas empat dasar ,O putra kepala
keluarga,orang yang tamak harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi
sahabat: ia tamak;ia memberi sedikit dan meminta banyak ; ia melakukan
kewajibannya karena takut ; ia hanya ingat akan kepentingannya sendiri . O
putra kepala keluarga,atas empat dasar inilah orang yang tamak harus dianggap
sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat.
17.Atas empat dasar,O putra kepala
keluarga ,orang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat suatu apa harus
dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat: ia
menyatakan
persahabatan berkenaan dengan hal-hal yang lampau; ia menyatakan persahabatan
dengan hal-hal mendatang;ia berusaha untuk mendapatkan simpati dengan kata-kata
kosong ;bila ada kesempatan untuk membantu ia menyatakan tidak sanggup .O putra
kepala keluarga ;atas empat dasar inilah orang yang banyak bicara tetapi tidak
berbuat suatu apa harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi
sahabat.
18.Atas empat dasar, O putra kepala
keluarga ,seorang penjilat harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura
menjadi sahabat : ia menyetujui hal-hal yang salah ; juga ia tidak menganjurkan
hal-hal yang benar ;ia akan memuji dirimu dihadapanmu ; ia berbicara jelek
tentang dirimu dihadapan orang –orang lain.O putra kepala kaluarga ,atas empat
dasar inilah seorang penjilat harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura
menjadi sahabat.
19.Atas empat dasar ,O putra kepala
keluarga , seorang kawan pemboros harus dianggap sebagai musuh yang berpua-pura
menjadi sahabat : ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar akan minum-minuman
keras ;ia menjadi kawanmu apabila engkau sering berkeliaran di jalan-jalan pada
waktu yang tidak pantas ; ia menjadi kawanmu apabila engkau mengejar
tempat-tempat hiburan dan pertunjukan ; ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar
berjudi.O putra kepala keluarga , atas empat dasar inilah seorang kawan
pemboros harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat.
Demikian sabda
Sang Bhagava.
20.Dan setelah Sang Sugata berkata
demikian ,Sang Guru [sattha]berkata lebih lanjut
Sahabat yang selalu mencari apa-apa untuk
diambil,
Sahabat yang kata-katanya berlainan
dengan kata-katannya
Sahabat yang menjilat,Lagi pula hanya
berusaha membuat engkau senang
Sahabat yang bergembira dengan cara-cara
jahat
Empat ini adalah musuh-musuh
Setelah menyadarinya demikian
Biarlah orang bijaksana menghindari
mereka dari jauh,
Seakan mereka jalan yang berbahaya dan
menakutkan.
21.”O putra kepala keluarga,terdapat enam
macam sahabat yang harus dipandang berhati tulus[suhada]:Yaitu sahabat penolong
[upakaro mitto]; sahabat pada waktu senang dan susah[samanasukha dukkhomitto];
sahabat yang memberi nasehat baik[atthakhaya-mitto]; sahabat yang bersimpati [
anukampako-mitto].
22.Atas empat dasar,O putra kepala
keluarga ,sahabat penolong harus dipandang berhati tulus: ia menjaga dirimu
sewaktu engkau lengah; ia menjaga milikmu sewaktu engkau lengah;ia menjadi
pelindung dirimu sewaktu engkau dalam keadaan ketakut-takutan; ia memberikan
bantuan dua kali daripada apa yang kau perlukan .O putra keluarga ,atas empat
dasar inilah sahabat penolong harus dipandang berhati tulus.
23.Atas empat dasar , O putra kepala
keluarga , sahabat pada waktu senang dan susah dipandang berhati tulus : ia
menceritakan rahasia-rahasia dirinya kepadamu; ia menjaga rahasia-rahasia
dirimu; ia tidak akan emninggalkan dirimu sewaktu engkau berada dalam kesulitan
; ia bahkan bersedia mengorbankan hidupnya demi kepentinganmu. O putra kepala
keluarga , atas empat dasar inilah sahabat pada waktu senang dan susah harus
dipandang berhati tulus.
24.Atas empat
dasar, O putra kepala keluarga ,sahabat yang menasehatkan apa yang perlu engkau
lakukan harus dipandang berhati tulus:Ia mencegah engkau berbuat jahat;ia
menganjurkan engkau untuk berbuat yang benar; ia memberitahukan apa yang belum
engkau pernah dengar; ia mednunjukkan engkau jalan ke surga.O putra kepala
keluarga,atas empat dasar inilah sahabat yang menasehatkan apa yang perlu
engkau lakukan harus dipandang berhati tulus.
Posting Komentar