Sigalovada Sutta "Penghormatan Terhadap Orang Tua" (2)

Terlalu dingin ! Terlalu panas! Terlalu siang! Demikian keluhannya,

Dengan cara bedgitu orang malas menghindari pekerjaan yang menanti ,
         Sehingga kesempatan baik akan bedrlalu.
         Tetapi ia akan menganggap dingin dan panas sebagai hal yang remeh
         Dengan cara apapun ia tidak akan kehilangan kebahagiaannya.

        15.”O putra kepala keluarga,terdapat empat macam orang yang harus dianggap sebagai m,usuh yang berpura-pura menjadi sahabat[amittamittapatirupaka]: yaitu orang yang tamak [annadatthuharo]; orang yang banyaki bicara tetapi tidak berbuat sesuatu apa[vaci paramo]; penjilat[annuppiyabhani]; kawan pemboros [apayasahayo].


       16.Atas empat dasar ,O putra kepala keluarga,orang yang tamak harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat: ia tamak;ia memberi sedikit dan meminta banyak ; ia melakukan kewajibannya karena takut ; ia hanya ingat akan kepentingannya sendiri . O putra kepala keluarga,atas empat dasar inilah orang yang tamak harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat.

      17.Atas empat dasar,O putra kepala keluarga ,orang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat suatu apa harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat: ia
menyatakan persahabatan berkenaan dengan hal-hal yang lampau; ia menyatakan persahabatan dengan hal-hal mendatang;ia berusaha untuk mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong ;bila ada kesempatan untuk membantu ia menyatakan tidak sanggup .O putra kepala keluarga ;atas empat dasar inilah orang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat suatu apa harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat.

      18.Atas empat dasar, O putra kepala keluarga ,seorang penjilat harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat : ia menyetujui hal-hal yang salah ; juga ia tidak menganjurkan hal-hal yang benar ;ia akan memuji dirimu dihadapanmu ; ia berbicara jelek tentang dirimu dihadapan orang –orang lain.O putra kepala kaluarga ,atas empat dasar inilah seorang penjilat harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat.

      19.Atas empat dasar ,O putra kepala keluarga , seorang kawan pemboros harus dianggap sebagai musuh yang berpua-pura menjadi sahabat : ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar akan minum-minuman keras ;ia menjadi kawanmu apabila engkau sering berkeliaran di jalan-jalan pada waktu yang tidak pantas ; ia menjadi kawanmu apabila engkau mengejar tempat-tempat hiburan dan pertunjukan ; ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar berjudi.O putra kepala keluarga , atas empat dasar inilah seorang kawan pemboros harus dianggap sebagai musuh yang berpura-pura menjadi sahabat.
Demikian sabda Sang Bhagava.

      20.Dan setelah Sang Sugata berkata demikian ,Sang Guru [sattha]berkata lebih lanjut
      Sahabat yang selalu mencari apa-apa untuk diambil,
      Sahabat yang kata-katanya berlainan dengan kata-katannya
      Sahabat yang menjilat,Lagi pula hanya berusaha membuat engkau senang
      Sahabat yang bergembira dengan cara-cara jahat
      Empat ini adalah musuh-musuh
      Setelah menyadarinya demikian
      Biarlah orang bijaksana menghindari mereka dari jauh,
      Seakan mereka jalan yang berbahaya dan menakutkan.
     
      21.”O putra kepala keluarga,terdapat enam macam sahabat yang harus dipandang berhati tulus[suhada]:Yaitu sahabat penolong [upakaro mitto]; sahabat pada waktu senang dan susah[samanasukha dukkhomitto]; sahabat yang memberi nasehat baik[atthakhaya-mitto]; sahabat yang bersimpati [ anukampako-mitto].

      22.Atas empat dasar,O putra kepala keluarga ,sahabat penolong harus dipandang berhati tulus: ia menjaga dirimu sewaktu engkau lengah; ia menjaga milikmu sewaktu engkau lengah;ia menjadi pelindung dirimu sewaktu engkau dalam keadaan ketakut-takutan; ia memberikan bantuan dua kali daripada apa yang kau perlukan .O putra keluarga ,atas empat dasar inilah sahabat penolong harus dipandang berhati tulus.

      23.Atas empat dasar , O putra kepala keluarga , sahabat pada waktu senang dan susah dipandang berhati tulus : ia menceritakan rahasia-rahasia dirinya kepadamu; ia menjaga rahasia-rahasia dirimu; ia tidak akan emninggalkan dirimu sewaktu engkau berada dalam kesulitan ; ia bahkan bersedia mengorbankan hidupnya demi kepentinganmu. O putra kepala keluarga , atas empat dasar inilah sahabat pada waktu senang dan susah harus dipandang berhati tulus.

24.Atas empat dasar, O putra kepala keluarga ,sahabat yang menasehatkan apa yang perlu engkau lakukan harus dipandang berhati tulus:Ia mencegah engkau berbuat jahat;ia menganjurkan engkau untuk berbuat yang benar; ia memberitahukan apa yang belum engkau pernah dengar; ia mednunjukkan engkau jalan ke surga.O putra kepala keluarga,atas empat dasar inilah sahabat yang menasehatkan apa yang perlu engkau lakukan harus dipandang berhati tulus.
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Tipitaka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger