25. Atas empat dasar, O putra
kepala keluarga ,sahabat yang bersimpati harus dipandang berhati tulus : ia
tidak bergembira atas kesengsaraanmu ; ia merasa senang atas kesejahteraanmu ?
ia mencegah orang lain berbicara jedlek tentang dirimu? Ia membenarkan orang
lain yang memuji dirimu.
O putra kepala keluarga ,atas
empat dasar inilah sahabat yang bersimpati harus dipandang berhati
tulus.Demikian sabda Sang Bhagava.
26.Dan setelah Sang Sugata berkata
demikian ,Sang Guru [sattha] berkatalebih lanjut:
Sahabat yang menjadi penolong ,dan
sahabat
Pada hari-hari terang dan gelap; ia yang
menunjukkan
Apa yang engkau perlukan ,dan ia yang
bergetar dengan simpati
Untuk dirimu : empat macam orang ini
,seorang bijaksana harus mengenali
Sebagai sahabat-sahabat,dan ia harus
membaktikan dirinya kepada mereka
Seperti seorang ibu kepada anaknya
sendiri,anak kesayangannya.
Siapa pun yang bijak dan pandai
Bercahaya seperti api yang menyala di
bukit
Baginya,mengumpulkan kekayaan adalah
seperti lebih berterbangan
Yang mengumpulkan madu tanpa menganggu
siapa pun
Kekayaan menumpuk tinggi bagaikan
timbunan bukit semut
Bila kekayaan orang berkeluarga yang baik
telah terkumpul seperti itu
Dapatlah ia memberi manfaat warganya
Biarlah ia membagi kekayaannya dalam
empat bagian
Demikianlah ia mengikat kehidupannya
dengan hal-halyang baik
Satu bagian biarlah dipergunakan dan
dinikmati sebagai buah usaha,
Dua bagian untuk melangsungkan usahanya
Bagian keempat biarlah dicadangkan dan
ditabung
Sehingga ada persediaan pada saat yang
sulit.
27. O putra kepala keluarga ,bagaimana
caranya siswa Ariya melindungi enam arah itu? O putra kepala keluarga ,enam rah
itu harus dipandang sebagai berikut: ibu dan ayah sebagai arah timur , para
Guru seperti arah selatan? Istri dan anak-anak seperti arah barat?
Sahabat-sahabat seperti dan kawan-kawan seperti arah utara ? pelayan-pelayan
dan karyawan-karyawan seperti arah bawah?
Guru-guru agama dan brahmana –brahmana seperti arah atas.
28. O putra kepala keluarga , dalam lima
cara seorang anak harus memperlakukan orang tuanya seperti arah timur: dahulu
aku dirawat oleh mereka , sekarang aku akan merawat mereka ; aku pertahankan
keturunan dan tradisi keluarga? Aku akan
menjadikan diriku pantas menerima warisan ; aku akan melakukan perbuatan
–perbuatan baik dan upacara agama setelah mereka meninggal dunia.
Dalam lima caraini, O putra kepala
keluarga ,orang tua yang diperlukan demikian oleh seorang anak seperti arah
timur: menunjukkan kecincaan mereka kepadannya: mereka mencegahnya berbuat
jahat; mereka mendorongnya berbuat baik; mereka melatihnya dalam suatu profesi
; mereka mencarikan pasangan [istri]yang pantas baginya ; dan pada waktu yang
tepat,mereka menyerahkan warisan kepadannya.
O.putra kepala keluarga ,dalam lima cara
inilah seorang memperlakukan orang tuanya seperti arah timur . Dalam lima cara
inilah orang tua medenunjukkan kecintaan mereka kepadanya.Demikianlah arah
timur ini dilindungi,diselamatkan dan diamankan olehnya.
29.O putra kepala keluarga,dalam
lima cara siswa harus memperlakukan guru-guru mereka seperti arah selatan
:dengan bangkit [dari tempat duduk untuk memberi hormat];dengan melayani
mereka; dengan bersemangat untuk belajar; dengan memberikan
jasa-jasa-kepadamereka; dengan memberikan perhatian sewakjtu menerima ajaran
dari mereka .
Dalam lima cara ini ,O putra kepala
keluarga ,guru-guru yang diperlukan demikian oleh siswa-siswa mereka seperti
rah selatan ,mencinti siswa-siswa mereka
: mereka melatihnya sedemikian rupa sehingga ia terlalu baik; mereka membuatnya
menguasai apa yang telah diajarkan ; mereka mengajarnya secara menyeluruh dalam
berbagai ilmu dan seni;mereke berbicara baiktentang dirinya di antara
sahabat-sahabatnya dan kawan-kawannya;mereka menjaga keselamatannya di semua
tempat.
O putra kepala keluarga ,dalam lima cara
inilah siswa-siswa memperlakukan guru-guru mereka seperti arah selatan . dalam
lima cara inilah guru-guru mencintai siswa-siswa mereka. Demikianlah arah
selatan ini dilindungi,diselamatkan dan diamankan olehnya.
30. O putra kepala keluarga,dalam lima
cara szeorang istri harus diperlakukan oleh suaminya seperti arah barat: dengan
menghormati ; dengan bersikap ramah-tamah ;dengan kesetiaan ; dengan
menyerahkan kekuasaan rumah tangga kepadanya; dengan memberi barang-barang
perhiasan kepadanya.
Dalam lima cara ini O putra kepala
keluarga ,seorang istri yang diperlukan demikian oleh suaminya seperti arah
barat; mencintainya : menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan baik ; bersikap
ramah-tamah terhadap sanak keluarganya kedua belah pihah ; dengan kesetiaan
;dengan menjaga barang-barang yang diberikan suaminya; pandai dan rajin dalam
melaksanakan segala tanggung jawabnya.
O putra kepala
keluarga,dalam lima cara seorang saumi memperlakukan istrinya seperti arah
barat.Dalam lima cara inilah seorang istri mencintai istrinya .Demikianlah arah
barat ini dilindungi, diselamatkan dan diamankan olehnya.
31. O putra kepala keluarga ,dalam lima
cara seorang warga keluarga
memperlakukan sahabat-sahabat dan kawan-kawannya seperti arah utara: dengan
bermurah hati; berlaku ramah tamah;memberikan bantuan; dengan memperlakukan
mereka seperti ia memperlakukan dirinya sendiri; dengan berbuat sebaik
ucapannya
Dalam lima cara ini,O putra kepala
keluarga,sahabat-sahabat dan kawan-kawan yang diperlakukan demikian oleh
seorang warga keluarga seperti arah utara, mencintainya: meredka melindunginya
sewaktu ia lengah; mereka melindungi harta miliknya sewaktu ia lengah; mereka
menjadi pelindung serwaktu ia berada dalam bahaya; mereka tidak akan
meninggalkannya sewaktu ia sedang dalam kesulitan; mereka menghormati
keluarganya.
32. O putra kepala keluarga ,Dalam lima
cara seorang majikan memperlakukan pelayan-pelayan dan karyawan-karyawannya
seperti arah bawah : dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
mereka; dengan memberikan mereka makanan dan upah ; dengan merawat mereka
sewaktu mereka sakait ; dengan memberikan cuti pada waktgu-waktu tertentu.
Dalam lima cara ini, O putra kepala
keluarga , pelayan-pelayan dan karyawan-karyawan yang diperlukan demikian oleh
seorang majikan seperti arah bawah,akan mencintainya : mereka bangun lebih pagi
daripadanya; mereka merebahkan diri untuk beristirahat setelahnya;mereka merasa
puas dengan apa yang diberikan kepada mereka; mereka melakukan
kewajiban-kewajiban mereka dengan baik; di manapun mereka berada mereka akan
memuji ajikannya,memuji keharuman namanya.
O putra kepala keluarga ,dalam lima cara
inilah seorang majikan memperlakukan pelayan-pelayan dan karyawan-karyawannya
seperti arah bawah. Dalam lima cara inilah pelayan-pelayan dan
karyawan-karyawan mencintainya . Demikian arah bawah ini dilindungi
,diselamatkan dan diamankan olehnya.
33. O putra kepala keluarga ,dalam lima
cara seorang warga keluarga harus memperlakukan para pertapa dan brahmana
seperti arah atas : dengan cinta kasih dalam perbuatan ; dengn cinta kasih
dalam perkataan ; dengan cinta kasih dalam pikiran ; membuka pintu rumah bagi
mereka [mempersilahkan mereka]; menunjang kebutuhan hidup mereka pada
waktu-waktu tertentu.
Dalam enam cara ini, O putra kepala
keluarga,para pertapa dan brahmana yang diperlukan dxemikian oleh seorang warga
keluarga seperti arah atas; akan menunjukkan kecintaan mereka : mereka mencegah
mereka berbuat jahat; mereka menganjurkan ia berbuat baik; mereka mencintainya
dengan pikiran penuh kasih sayang ;mereka mengajarkan apa yang belum pernah ia
dengar ; mereka membenarkan dan memurnikan apa yang pernah ia dengar; mereka
menunjukkan ia jalan ke surga.
O putra kepala keluarga,dalam lima cara
inilah seorang warga keluarga memperlakukan para pertapa dan brahnmana seperti
arah atas. Dalam enam cara inilah para pertapa dan brahmana menunjukkan
kecintaan mereka kepadanya .Demikianlah arah atas ini dilindungi,diselamatkan
dan diamankan olehnya.
Demikian sabda Sang Bhagava.
34. Dan setelah Sang Sugata berkata
demikian,Sang Guru [sattha]berkata lebih lanjut;
Ibu
dan Ayah adalah arah timur,
Dan guru-guru adalah arah selatan
Istri dan anak-anak adalah arah barat,
Dan sahabat-sahabat adalah serta keluarga
adalah arah utara;
Para pelayan dan karyawan adalah arah
bawah
Dan arah atas adalah para pertapa dan
brahmana
Semua arah ini harus disembah oleh orang
yang
Pantas menjabat sebagai kepala keluarga
dalam warganya.
Ia yang bijaksana ,terlatih dalam
cara-cara yang bijak
Lemah lembut dan pandai dalam pemujaan
ini,
Rendah hati dan patuh,maka ia akan
memperoleh kehormatan.
Bangun pagi-pagi,musuh pada kemalasan,
Tak goyah dalaam kemalangan-kemalangan
,kehidupannya
Tanpa cacat ,bijaksana ,maka ia akan
memperoleh kehormatan
Bila ia telah mendapatkan cara-cara dan
membuat sahabat-sahabat
Menyambut dengan kata-kata yang ramah dan
hati yang tulus
Dan ia dapat memberi petunjuk dan nasehat
yang bijaksana
Dan membimbing sahabat-sahabatnya,maka ia
akan memperoleh kehormatan.
Tangan pemberi,ucapan ramah tamah
Kehidupan penuh pengabdian ,tak
membedakan diri sendiri
Dengan orang lain,seperti diminta
keadaan:
Inilah yang membuat dunia berputar
Seperti
as memberikan jasa pada majunya kereta
Dan bila hal-hal demikian tidak ada,tiada
seorang ibu akan menerima
Pengormatan dan penghargaan yang
seharusnya diberikan oleh anak-anaknya
Juga sang ayah yang seharusnya memperoleh
hal-hal ini dari anak-anaknya
Dan karena para bijaksana dengan tepat
memuji akan hal-hal ini
Meredka memperoleh keluhuran dan pujian
manusia.
Setalah Beliau selesai berkata
demikian,Sigala ,putra kepala keluarga itu,berkata kepada sang Bhagava:
“Sungguh mengangumkan ,Bhanthe ! Sama halnya seperti seseorang menegakkan
kembali apa yang telah roboh
,memperlihatkan apa yang tersembunyi ,menunjukkan jalan benar kepada yang
tersesat ,atau memberikan cahaya dalam kegelapan: agar mereka yang mempunyai
mata dapat melihat benda-benda di sekitarnya . Demikian pula,dengan berbagi
macam dhamma telah dibabarkan oleh sang Bhagava,Dhamma serta Sangha.Semoga Sang
Bhagava berkenan menerima aku sebagai seorang upasaka,yang sejak hari ini
sampai selama-lamanya telah menyatakan berlindung kepada Buddha,Dhamma serta
Sangha.
Posting Komentar