Sigalovada Sutta "Pernhormata Terhadap Orang Tua" (3)

25. Atas empat dasar, O putra kepala keluarga ,sahabat yang bersimpati harus dipandang berhati tulus : ia tidak bergembira atas kesengsaraanmu ; ia merasa senang atas kesejahteraanmu ? ia mencegah orang lain berbicara jedlek tentang dirimu? Ia membenarkan orang lain yang memuji dirimu.
O putra kepala keluarga ,atas empat dasar inilah sahabat yang bersimpati harus dipandang berhati tulus.Demikian sabda Sang Bhagava.

      26.Dan setelah Sang Sugata berkata demikian ,Sang Guru [sattha] berkatalebih lanjut:
      Sahabat yang menjadi penolong ,dan sahabat
      Pada hari-hari terang dan gelap; ia yang menunjukkan
      Apa yang engkau perlukan ,dan ia yang bergetar dengan simpati
      Untuk dirimu : empat macam orang ini ,seorang bijaksana harus mengenali
      Sebagai sahabat-sahabat,dan ia harus membaktikan dirinya kepada mereka
      Seperti seorang ibu kepada anaknya sendiri,anak kesayangannya.

      Siapa pun yang bijak dan pandai
      Bercahaya seperti api yang menyala di bukit
      Baginya,mengumpulkan kekayaan adalah seperti lebih berterbangan
      Yang mengumpulkan madu tanpa menganggu siapa pun

      Kekayaan menumpuk tinggi bagaikan timbunan bukit semut 
      Bila kekayaan orang berkeluarga yang baik telah terkumpul seperti itu
      Dapatlah ia memberi manfaat warganya
      Biarlah ia membagi kekayaannya dalam empat bagian
      Demikianlah ia mengikat kehidupannya dengan hal-halyang baik
      Satu bagian biarlah dipergunakan dan dinikmati  sebagai buah usaha,
      Dua bagian untuk melangsungkan usahanya
      Bagian keempat biarlah dicadangkan dan ditabung
      Sehingga ada persediaan pada saat yang sulit.

      27. O putra kepala keluarga ,bagaimana caranya siswa Ariya melindungi enam arah itu? O putra kepala keluarga ,enam rah itu harus dipandang sebagai berikut: ibu dan ayah sebagai arah timur , para Guru seperti arah selatan? Istri dan anak-anak seperti arah barat? Sahabat-sahabat seperti dan kawan-kawan seperti arah utara ? pelayan-pelayan dan karyawan-karyawan seperti arah bawah?  Guru-guru agama dan brahmana –brahmana seperti arah atas.

      28. O putra kepala keluarga , dalam lima cara seorang anak harus memperlakukan orang tuanya seperti arah timur: dahulu aku dirawat oleh mereka , sekarang aku akan merawat mereka ; aku pertahankan keturunan dan tradisi  keluarga? Aku akan menjadikan diriku pantas menerima warisan ; aku akan melakukan perbuatan –perbuatan baik dan upacara agama setelah mereka meninggal dunia.
      Dalam lima caraini, O putra kepala keluarga ,orang tua yang diperlukan demikian oleh seorang anak seperti arah timur: menunjukkan kecincaan mereka kepadannya: mereka mencegahnya berbuat jahat; mereka mendorongnya berbuat baik; mereka melatihnya dalam suatu profesi ; mereka mencarikan pasangan [istri]yang pantas baginya ; dan pada waktu yang tepat,mereka menyerahkan warisan kepadannya.
       O.putra kepala keluarga ,dalam lima cara inilah seorang memperlakukan orang tuanya seperti arah timur . Dalam lima cara inilah orang tua medenunjukkan kecintaan mereka kepadanya.Demikianlah arah timur ini dilindungi,diselamatkan dan diamankan olehnya.


29.O putra kepala keluarga,dalam lima cara siswa harus memperlakukan guru-guru mereka seperti arah selatan :dengan bangkit [dari tempat duduk untuk memberi hormat];dengan melayani mereka; dengan bersemangat untuk belajar; dengan memberikan jasa-jasa-kepadamereka; dengan memberikan perhatian sewakjtu menerima ajaran dari mereka .
      Dalam lima cara ini ,O putra kepala keluarga ,guru-guru yang diperlukan demikian oleh siswa-siswa mereka seperti rah selatan ,mencinti siswa-siswa  mereka : mereka melatihnya sedemikian rupa sehingga ia terlalu baik; mereka membuatnya menguasai apa yang telah diajarkan ; mereka mengajarnya secara menyeluruh dalam berbagai ilmu dan seni;mereke berbicara baiktentang dirinya di antara sahabat-sahabatnya dan kawan-kawannya;mereka menjaga keselamatannya di semua tempat.
      O putra kepala keluarga ,dalam lima cara inilah siswa-siswa memperlakukan guru-guru mereka seperti arah selatan . dalam lima cara inilah guru-guru mencintai siswa-siswa mereka. Demikianlah arah selatan ini dilindungi,diselamatkan dan diamankan olehnya.
     
      30. O putra kepala keluarga,dalam lima cara szeorang istri harus diperlakukan oleh suaminya seperti arah barat: dengan menghormati ; dengan bersikap ramah-tamah ;dengan kesetiaan ; dengan menyerahkan kekuasaan rumah tangga kepadanya; dengan memberi barang-barang perhiasan kepadanya.
      Dalam lima cara ini O putra kepala keluarga ,seorang istri yang diperlukan demikian oleh suaminya seperti arah barat; mencintainya : menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan baik ; bersikap ramah-tamah terhadap sanak keluarganya kedua belah pihah ; dengan kesetiaan ;dengan menjaga barang-barang yang diberikan suaminya; pandai dan rajin dalam melaksanakan segala tanggung jawabnya.

O putra kepala keluarga,dalam lima cara seorang saumi memperlakukan istrinya seperti arah barat.Dalam lima cara inilah seorang istri mencintai istrinya .Demikianlah arah barat ini dilindungi, diselamatkan dan diamankan olehnya.

      31. O putra kepala keluarga ,dalam lima cara  seorang warga keluarga memperlakukan sahabat-sahabat dan kawan-kawannya seperti arah utara: dengan bermurah hati; berlaku ramah tamah;memberikan bantuan; dengan memperlakukan mereka seperti ia memperlakukan dirinya sendiri; dengan berbuat sebaik ucapannya
      Dalam lima cara ini,O putra kepala keluarga,sahabat-sahabat dan kawan-kawan yang diperlakukan demikian oleh seorang warga keluarga seperti arah utara, mencintainya: meredka melindunginya sewaktu ia lengah; mereka melindungi harta miliknya sewaktu ia lengah; mereka menjadi pelindung serwaktu ia berada dalam bahaya; mereka tidak akan meninggalkannya sewaktu ia sedang dalam kesulitan; mereka menghormati keluarganya.

      32. O putra kepala keluarga ,Dalam lima cara seorang majikan memperlakukan pelayan-pelayan dan karyawan-karyawannya seperti arah bawah : dengan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka; dengan memberikan mereka makanan dan upah ; dengan merawat mereka sewaktu mereka sakait ; dengan memberikan cuti pada waktgu-waktu tertentu.
      Dalam lima cara ini, O putra kepala keluarga , pelayan-pelayan dan karyawan-karyawan yang diperlukan demikian oleh seorang majikan seperti arah bawah,akan mencintainya : mereka bangun lebih pagi daripadanya; mereka merebahkan diri untuk beristirahat setelahnya;mereka merasa puas dengan apa yang diberikan kepada mereka; mereka melakukan kewajiban-kewajiban mereka dengan baik; di manapun mereka berada mereka akan memuji ajikannya,memuji keharuman namanya.

      O putra kepala keluarga ,dalam lima cara inilah seorang majikan memperlakukan pelayan-pelayan dan karyawan-karyawannya seperti arah bawah. Dalam lima cara inilah pelayan-pelayan dan karyawan-karyawan mencintainya . Demikian arah bawah ini dilindungi ,diselamatkan dan diamankan olehnya.

      33. O putra kepala keluarga ,dalam lima cara seorang warga keluarga harus memperlakukan para pertapa dan brahmana seperti arah atas : dengan cinta kasih dalam perbuatan ; dengn cinta kasih dalam perkataan ; dengan cinta kasih dalam pikiran ; membuka pintu rumah bagi mereka [mempersilahkan mereka]; menunjang kebutuhan hidup mereka pada waktu-waktu tertentu.

      Dalam enam cara ini, O putra kepala keluarga,para pertapa dan brahmana yang diperlukan dxemikian oleh seorang warga keluarga seperti arah atas; akan menunjukkan kecintaan mereka : mereka mencegah mereka berbuat jahat; mereka menganjurkan ia berbuat baik; mereka mencintainya dengan pikiran penuh kasih sayang ;mereka mengajarkan apa yang belum pernah ia dengar ; mereka membenarkan dan memurnikan apa yang pernah ia dengar; mereka menunjukkan ia jalan ke surga.

      O putra kepala keluarga,dalam lima cara inilah seorang warga keluarga memperlakukan para pertapa dan brahnmana seperti arah atas. Dalam enam cara inilah para pertapa dan brahmana menunjukkan kecintaan mereka kepadanya .Demikianlah arah atas ini dilindungi,diselamatkan dan diamankan olehnya.
      Demikian sabda Sang Bhagava.

      34. Dan setelah Sang Sugata berkata demikian,Sang Guru [sattha]berkata lebih lanjut;
      Ibu dan Ayah adalah arah timur,
      Dan guru-guru adalah arah selatan
      Istri dan anak-anak adalah arah barat,
      Dan sahabat-sahabat adalah serta keluarga adalah arah utara;
      Para pelayan dan karyawan adalah arah bawah
      Dan arah atas adalah para pertapa dan brahmana
      Semua arah ini harus disembah oleh orang yang
      Pantas menjabat sebagai kepala keluarga dalam warganya.

      Ia yang bijaksana ,terlatih dalam cara-cara yang bijak
      Lemah lembut dan pandai dalam pemujaan ini,
      Rendah hati dan patuh,maka ia akan memperoleh kehormatan.
      Bangun pagi-pagi,musuh pada kemalasan,
      Tak goyah dalaam kemalangan-kemalangan ,kehidupannya
      Tanpa cacat ,bijaksana ,maka ia akan memperoleh kehormatan
      Bila ia telah mendapatkan cara-cara dan membuat sahabat-sahabat
      Menyambut dengan kata-kata yang ramah dan hati yang tulus
      Dan ia dapat memberi petunjuk dan nasehat yang bijaksana
      Dan membimbing sahabat-sahabatnya,maka ia akan memperoleh kehormatan.

      Tangan pemberi,ucapan ramah tamah
      Kehidupan penuh pengabdian ,tak membedakan diri sendiri
      Dengan orang lain,seperti diminta keadaan:
      Inilah yang membuat dunia berputar
      Seperti  as memberikan jasa pada majunya kereta
      Dan bila hal-hal demikian tidak ada,tiada seorang ibu akan menerima
      Pengormatan dan penghargaan yang seharusnya diberikan oleh anak-anaknya
      Juga sang ayah yang seharusnya memperoleh hal-hal ini dari anak-anaknya
      Dan karena para bijaksana dengan tepat memuji akan hal-hal ini
      Meredka memperoleh keluhuran dan pujian manusia.

      Setalah Beliau selesai berkata demikian,Sigala ,putra kepala keluarga itu,berkata kepada sang Bhagava: “Sungguh mengangumkan ,Bhanthe ! Sama halnya seperti seseorang menegakkan kembali  apa yang telah roboh ,memperlihatkan apa yang tersembunyi ,menunjukkan jalan benar kepada yang tersesat ,atau memberikan cahaya dalam kegelapan: agar mereka yang mempunyai mata dapat melihat benda-benda di sekitarnya . Demikian pula,dengan berbagi macam dhamma telah dibabarkan oleh sang Bhagava,Dhamma serta Sangha.Semoga Sang Bhagava berkenan menerima aku sebagai seorang upasaka,yang sejak hari ini sampai selama-lamanya telah menyatakan berlindung kepada Buddha,Dhamma serta Sangha.

   
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Tipitaka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger